The mute’s happiness


Kita sudah memasuki chapter-chapter akhir dari kisah hana dan Aarick, selamat bergabung bagi teman-teman yang baru membaca. Selamat membaca dan berikan dukungan, berupa kritik dan saran di akhir cerita dikolom komentar, dan terima kasih sudah datang ke blog kami :3

Chapter 5

“Nicholas Ergastalum”

        Aku terbangun dikamar yang sangat indah, apa aku benar-benar sudah bangun , luas kamar ini hampir sama dengan kontrakan tempat yang kami tinggali sekarang. Terlihat Aarick sedang berlatih bela diri dengan gallard .

Kak rino    : Aarick kami mau pulang hana sudah baikan, dimana ayah dan ibu ?

Aarick      : jangan pulang dulu (mengajak gallard untuk beristirahat)

Aarick      : ibu dan ayah sudah pergi daritadi pagi kak untuk berlibur

“setelah sarapan”

“Kak rino, celi dan hana diantar menggunakan mobil yang biasanya mengantar Aarick bermain kerumah mereka”

Aarick      : siang nanti aku akan kesana tunggu aku hana

Celi           : dadah kak Aarick, kak gallard juga

Hana         : (senyum sambil melambaikan tangan)

“setelah mereka pulang”

Gallard      : Aarick apa hana punya teman, kenalkan aku padanya bantu aku mendapatkan pacar sepertimu

Aarick      : (pura-pura tidak mendengar) ayo kita latihan lagi

Gallard      : apa aku mengatakan sesuatu yang salah, jangan mengabaikanku brother

Gallard      : hoeii, aku lelaki kesepian yang kulihat hanya kumpulan lelaki yang jarang mandi setiap harinya

Gallard      : bantu aku Aarick

Gallard      : hoeeeeiiiiii

“dirumah hana”

        Kami melanjutkan pekerjaan kami seperti biasanya, Aarick datang dengan gallard dan pulang setelah makan malam

“Keesokan harinya”

Kak rino    : hana  bisakah engkau menikmati hari liburmu setidak nya satu hari saja untuk tidak belajar?

Celi           : kak hana lebih memilih belajar daripada makan kak, jadi hentikan saja

Hana         : (mengangguk setuju)

Kak rino    : baiklah kalau begitu kakak berangkat kerja dulu

“oke kak”

“dipabrik semua karyawan berkumpul diluar ini tidak seperti biasanya apa yang terjadi”

Kak rino    : paman ben, ada apa ?

“paman ben adalah supervisor sekaligus orang yang menerima kami berkerja ketika kami kecil”

Paman ben : kolega sekaligus teman dari bos perusahaan menyuruh putrinya untuk belajar dan mendapatkan pengalaman kerja disini

Paman ben : itu dia

“seseorang keluar dari mobil ditemani 2 orang bertubuh besar satu berkulit hitam dan satunya berkulit putih”

Karyawan-karyawan   : dia tinggi sekali, cantik dan sangat putih, apa aku bisa meminta nomor wa nya ?

Karyawan-karyawan   : jangan main-main lihat orang yang menjaganya wanita selembut itu jika kita ketahuan membuatnya terganggu kita bisa langsung dipecat

Paman ben : selamat datang nona geraldyna, apa kabarmu apa engkau masih memegang gelar muay thaimu sampai sekarang ?

Kak dyna   : paman ben :3 sudah lama sekali senangnya engkau masih mengingat gelar itu

Kak dyna   : oh iya paman dimana kamar mandinya aku belum mandi dari kemarin malam

Karyawan-karyawan   : eeeehh  eeeehhhh

Kak rino    : bah wanita itu lagi (pergi)

Paman ben : hei rino tolong antarkan tamu kita

Paman ben : nona kenalkan ini rino dia merupakan orang kepercayaan saya dan juga tangan kanan saya dia akan menemani anda selama anda belajar disini

Kak rino    : tunggu paman, kenapa harus aku, aku tidak mau paman

Paman ben : kau yakin tidak mau engkau akan melewat kan kesempatan langkah, banyak karyawan lain yang mau

Kak rino    : ya aku akan melewatkannya berikan kesempatan itu pada mereka

Kak dyna   : jadi kau karyawan disini juga ya . .

Kak dyna   : paman aku mau dia yang menemaniku, dan kalian berdua boleh pulang

Bodyguard : but madam your parents, will—

Kak dyna   : ada paman ben disini bilang ke mereka, atau kalian mau merasakan sikut ku lagi ?

Bodyguard : okay madam ! no madam !

“mereka kembali berkerja”

Kak dyna   : (terlihat sangat bahagia)

Kak rino    : apa yang kau lakukan disini bukannya untuk belajar kan, kalau begitu berusahala sendiri jangan menggangguku

Kak dyna   : apa engkau berkata seperti itu juga pada bosmu hah??

Kak rino    : aku menyerah, jadi apa yang kau inginkan dariku, jika tidak ada menjauhlah dariku

Kak dyna   : apakah engkau orang yang sama yang memanggilku gendut?

Kak dyna   : dan juga buat kan anak dari teman bosmu ini minuman

Kak rino    : “dia sangat menyebalkan” aku tidak mau

Kak dyna   : wah ternyata engkau berani juga, ini perintah dari atasanmu

Kak rino    : apakah begini caramu menyalahgunakan kekuasaan yang sudah susah payah dibangun ayahmu hanya untuk memuaskan keinginanmu seperti ini

Kak rino    : kau sangat memuakkan, jangan pernah mendekatiku lagi, dan juga aku tidak pernah takut dipecat (meninggalkan kak dyna)

Kak dyna   : menunduk terdiam

“1 jam kemudian terlihat paman ben sangat panik”

Kak rino    : kenapa paman ben ?

Paman ben : apa yang kau lakukan anakku ..

Kak rino    : aku berkerja ?

Paman ben : tidak-tidak aku menyuruhmu mengawasinya kan, lihat dia menyuruh semua karyawan kita berhenti berkerja dan menantang mereka semua adu panco?!

Kak rino    : hahhh….. wanita itu

Kak dyna   : kenapa engkau kesini bukannya engkau tidak mau bertemu denganku

Kak rino    : cepat selesaikan ini jika aku menang kamu harus berkerja dan menuruti perkataan ku mengerti

Kak dyna   : wahhh kenapa engkau terlihat sombong sekali kau merasa yakin pasti menang??

Karyawan  : nona, rino ini adalah orang yang terkuat disini dia pernah menghajar sekelompok preman sendirian karena mengganggu pabrik ini

Kak dyna   : heeeehh.. apa itu benar dan apa keuntungannya bagiku jika aku menang, apa aku juga bisa meminta apa pun yang kumau darimu?

Kak rino    : tentu saja nona manja (meremehkan)

Kak dyna   : kalau begitu buktikan kepadaku

“dirumah hana, terlihat dia sedang membuatkan 2 bekal untuk kak rino dan Aarick jika dia datang nanti”

“keadaan dipabrik sangat riuh”

        BAMMM

Kak dyna   : sepertinya aku menang ??

“semua orang terbuka mulutnya tidak bersuara, termasuk paman ben tiba-tiba keaddan sangat hening”

Kak rino    : i-itu hanya pemanasan sekali lagi !!

Kak dyna   : aku sudah menang pegang omongan mu lelaki lemah

Kak rino    : aku salah meremehkanmu aku akan serius kali ini, atau kau takut kalah ?

Kak dyna   : berapa kalipun kau coba hasilnya akan tetap sama saja(sombong)

“paman ben yang sekarang jadi jurinya, perusahaan ini benar-benar mendapatkan kerugian karena tidak ada yang berkerja selain kak rino”

“bersiap…”

“mulai !!”

Kak rino    : aaaggghhh (tanganku sakit, kenapa lengan yang kurus ini bisa sangat kuat ini tidak mungkin. Tanganku hampir menyentuh meja aku tidak mungkin kalah)

“sekilas aku teringat masa kecilku semenjak kejadian itu aku tidak pernah merasakan kekalahan. Aku tidak mau kalah lagi aku tidak mau lemah lagi”

“ kak rino membalik keadaan sekarang giliran kak dyna yang kebingungan”

Kak dyna   : alasan bodyguard ku pulang adalah keberadaan mereka tidak kubutuhkan, aku dari kecil sudah diajari kekerasan oleh pamanku yang seorang mafia, kamu akan kalah lagi

Kak rino    : kita mempunyai kesamaan masa kecilku juga lebih keras darimu

Kak dyna   : (apa maksudnya kami mempunyai kesamaan satu sama lain ataukah ..  :3 ) “kehilangan konsentrasi.

BAMMM

Kak rino    : aku menang !!

“woooooowwwww keadaan menjadi ramai lagi”

Paman ben : karena keadaan seimbang 1-1 pertndingan ketiga akan menentukan siapa yang akan menjadi pemenang

Kak dyna   : apa kah engkau sesenang itu?  aku sengaja mengalah

Kak rino    : terserah apa yang engkau bilang, kita harus segera kembali berkerja, ayo mulai paman

Paman ben : bersiap .. mulai !!

---wiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnngggggggggggg---

“istirahat selama 45 menit untuk makan siang”

Kak rino    : (langsung melepaskan tangannya)

Kak dyna   : heeiii kenapa dia pergi, paman siapa pemenangnya?

Paman ben : rino tidak berniat untuk menang darimu dia hanya ingin menghiburmu karena merasa bersalah menggunakan kata yang kasar

Paman ben : salah satunya dia tidak pernah terlambat menunggu adiknya untuk membawakan makanannya

Paman ben : ohh itu adiknya datang

Kak dyna   : bukannya itu hana pacarnya Aarick?

Paman ben : Aarick pacaran dengan hana ???

Kak dyna   : iya paman

Paman ben : aku sangat senang sekali, ya ya memang tuan muda yang cocok untuk hana

Paman ben : nona ? nona ? kemana dia pergi ??

“dibawah pohon tempat kak rino istirahat untuk makan”

Kak dyna   : engkau masih mengingatku ?

Hana         : kak geraldyna (menulis di buku) apa kabarmu

Kak dyna   : kau adik dari orang rakus ini ??

Kak rino    : (lebih baik aku diam)

Kak dyna   : waahh ternyata engkau mengingatku, dimana Aarick?

Hana         : sebentar lagi dia datang kak geraldyna (menulis di buku)

Kak dyna   : jangan formal begitu panggil aku kak dyna mengerti?

Kak dyna   : ada satu lagi kotak makanan, aku saja yang menghabiskannya jangan kasih orang rakus itu

Kak rino    : berhenti memanggilku rakus!!

Hana         : “tidak sempat menulis dibuku”

“Aarick baru saja sampai”

Aarick      : bukannnya itu makananku, hey wanita tua

kak rino    : hahhhaha kau telat Aarick

kak dyna   : mmmmmmm ini enak sekali, mulai sekarang aku akan memanggilmu adik ipar ;3

kak rino    : brrruuuuurrrrrr (menyemburkan makanannya)

Aarick      : hhahahahah , tapi jika aku dengan hana dia akan jadi saudaraku juga ?!!

Kak dyna   : karena disini aku belum punya tempat tinggal aku akan tinggal ditempat hana, bolehkan hana?

Hana         : boleh saja asalkan kakak mengizinkan (menulis di buku)

Kak rino    : tidak boleh! Apa yang orang pikirkan jika membiarkan wanita lain masuk dirumahnya apalagi tinggal bersama tanpa mempunyai hubungan apapun

Kak dyna   : kami semua yang tinggal disana nanti adalah perempuan aku akan menghubungi ayah aarick aagar engkau bisa tinggal dengan paman ben sampai aku selesai belajar

Kak rino    : jangan bawa ayah, ayah sangat baik kepada kami aku tidak ingin merepotkannya hanya karena masalah seperti ini.

Aarick      : jika engkau mau kau bisa tinggal dirumahku karena ayah dan ibu sedang pergi liburan jadi rumah kosong kak

Kak rino    : kenapa kalian bersemangat sekali memisahkanku dengan hana dan celi, aku tidak mayuuuu

Kak dyna   : kenapa dia tiba-tiba sangat menjijikkan melebihi saat pertama kali aku bertemu dengannya.

“akhirnya dia tinggal disana untuk beberapa bulan dan seperti nya celi sangat menyukainya”

“perjalanan kerumah Aaricck”

“didalam mobil”

Aarick      : kak rino ada yang mau kuberitahukan kepada hana dan kakak

kak rino    : aku sudah tau sejak lama dan aku tahu apa yang akan kau katakan

Aarick      : aku mau memberitahukan kepada hana terlebih dahulu, tapi - -

Kak rino    : (memegang kerah baju Aarick) tapi kenapa baru sekarang kau mau bicara Aarick ??

“mobil terhenti”

Aarick      : kami tidak apa-apa paman, lanjutkan perjalanan kita paman.

Bersambung

Terima kasih telah membaca chapter ini sampai habis, apa yang sudah diketahui kak rino, apa yang akan dikatakan Aarick. Penasaran dengan cerita selanjutnya, jangan lupa berikan dukungan kritik dan saran di kolom komentar, sampai ketemu dichapter selanjutnya :3


Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter