The mute’s happiness


Tidak terasa kisah Hana dan Aarick sudah memasuki chapter yang ke 4, selamat bergabung bagi teman-teman yang baru membaca. Selamat membaca dan berikan dukungan, berupa kritik dan saran untuk cerita-cerita yang akan datang . mohon maaf bila ada kekurangan dalam pembuatan cerita kritik dan saran teman-teman akan menjadi teman dalam perjalan penulis .

Chapter 4

“serigala yang lucu”

       

“di dalam kelas, ujian akhir telah selesai”

          Teman-teman berbincang-bincang tentang akan kemana tujuan mereka setelah tamat nanti. Didalam pikiran ku, ketika aku berkuliah dan lulus pekerjaan seperti apa yang cocok untukku nanti. Dan juga selama Aarick tidak ada aku sangat kelelahan banyak wanita yang tidak kukenal bertanya dimana Aarick, apa yang kau lakukan padanya? Apa kau menolaknya ? , dan ini salah satunya yang paling melelahkanku.

????   : kak yuka maukah kamu menonton film denganku minggu ini ? hanya satu kali saja

Hana  : maaf aku tidak bisa aku harus menjaga adik perempuanku, tapi terima kasih karena sudah mengajakku (menulis dibuku yang celi berikan”baca chapter sebelumnya)

          Itu adalah penolakanku yang ke 7 kalinya untuk minggu ini, hampir setiap hari aku membuat orang lain kecewa, Aku ingin dia ada disini sekarang. Aku belum terbiasa dengan perubahan ini karena itu setiap ada laki-laki aku yang mendekatiku aku menunjukkan tulisan “pacar Aarick” dibuku catatan ku dan ternyata itu sangat efektif dan berkerja baik untuk laki-laki dan perempuan.

Pak guru       : yuka ? yuka ergastalum ??

Hana            : (duduk diatas kursi sambil tidur diatas kedua tangannya, sembari menunjukkan catatannya)

Pak guru       : apakah bapak tidak terlalu tua untuk menjadi saingan cintanya Aarick?

          “aku seketika terbangun dan terkejut, wajah memerah”

Hana            : maaf pak (menggunakan bahasa isyarat)

Pak guru       : sebenarnya bapak juga sedikit tampan dari pada Aarick benar kan kalian semua(tertawa)

“benar pak, hanya sedikit pak”

Pak guru       : yang bilang benar bapak kasih nilai tambahan yang bilang hanya sedikit bantu bapak membagikan angket-angket yang harus kalian isi ini .

“eeeeeehhhhh”

Pak guru       : kumpulkan sebelum pulang, selamat menikmati liburan, dan jangan membuat masalah sampai hari kelulusan kalian nanti

“terima kasih pak”

          “pagi yang cerah terdengar bunyi burung berkicauan”

Celi    : kakk ...

Hana  : kenapa celi ? (menggunakan bahasa isyarat)

Celi    : kenapa kak Aarick tidak pernah kerumah lagi, apa kakak dengan kak Aarick bertengkar?

Hana  : tidak celi kakak tidak bertengkar, kak Aarick sedang ada urusan yang harus dia kerjakan

“terlihat dari kejauhan tukang pos datang mengantarkan surat”

Celi    : lihat kak, dari kak Aarick, ayo kita baca kak .

 

          “dari : Aarick Aeron Alminda”

            “untuk : Hana Ergastalum “

 

Kak rino       : celi apa kau sudah siap ?

Celi    : maaf kak hana aku masih ada urusan disekolah untuk persiapan perpisahan kakak kelas kami nanti

Hana  : biasanya kamu pergi sendirian ? kak rino tidak berkerja ? (menggunakan bahasa isyarat)

Kak rino       : hari ini pabrik diliburkan semua karyawan diberikan liburan waktu untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, ayo pergi celi

Hana  : boleh aku ikut ke sekolah celi (menggunakan bahasa isyarat)

Celi    : kakak tidak boleh ikut karena ..

Kak rino       : celi ayo pergi

“mereka berdua terburu-buru”

Hana  : (bingung)

“membaca surat”

          Hai hana apa kabarmu, aku minta maaf karena tidak memberikan kabar sama sekali setelah kita berpacaran, sebagai hadiah apakah kau bisa melihat kedepan sebentar ?

          Cahaya sinar matahari menutupi mataku tapi aku tahu itu dia ketika dia memanggil namaku karena sekarang aku sudah bisa mendengar ..

Aarick         : (sambil membungkukkan badan dan menundukkan kepala) sekali lagi aku minta maaf karena tidak mengabarimu.

Hana            : (tidak menjawab)

Aarick         : hana kenapa engkau tidak menjawab apa engkau marah ?

Aarick         : apa engkau tidak mendengarkanku

Hana            : (diam dan berbalik)

“keadaan sangat canggung”

Hana            : (menunjukkan catatan) aku merindukanmu . .

Aarick         : a-a-aku juga merindukanmu

Hana            : aku sangat merindukanmu

Aarick         :aku sangat-sangat merindukanmu

Aarick         : bisa kita hentikan ini ?

Hana            : (belum berbalik) apa engkau akan menghilang seperti ini juga suatu hari nanti ?

Aarick         : tidak ini tempat terakhirku untuk pulang, disini bersamamu

Hana            : (memeluk Aarick)

Aarick         : hei orang-orang melihat kita hana

          Aku sudah terbiasa menunggu ketika ibu dan ayah pergi, ketika kami menunggu kakak kami mencari makanan, aku sempat berpikir mungkin aku tidak ditakdirkan untuk bahagia tetapi sepertinya doaku masih diiterima dengan kembalinya Aarick hari ini.

Hana            : tapi kemana engkau pergi selama ini”cemberut” (menggunakan bahasa isyarat)

Aarick         : ayah memintaku untuk membantunya mengurus kantor cabang sekaligus mengenalkanku dengan anak temannya

Hana            : perempuan ? (menggunakan bahasa isyarat)

Aarick         : te-tenang saja dia lebih tua dariku dan juga wajahnya juga jelek kok (wkwkw)

Aarick         : oh iya aku mau mengajakmu ke suatu tempat apa kamu tidak sibuk hari ini ?

Hana            : aku mau, saat ini sekolah sedang libur, tapi mau kemana?

Aarick         : kerumahku, hari ini ulang tahun pernikahan ibu dan ayahku, kamu belum pernah kan pergi kerumah ku sampai sekarang

Hana            : kalau begitu aku akan menyiapkan hadiah untuk ayah dan ibumu (menulis dibuku catatan)

Aarick         : semua sudah kusiapkan hana, hadiahnya sudah ada dimobil, kau tinggal memilih hadiah yang mana yang akan kau berikan

Hana            : kalau begitu aku akan membayarnya (menggunakan bahasa isyarat)

Aarick         : eeehh aku tidak mau uangmu lebih baik engkau simpan

Hana            : ini untuk ibu dan ayah (sangat serius)

Aarick         : o-oh baiklah aku terima (ketika dia memanggil ibu dan ayah aku khawatir apakah ibu dan ayah hanya menganggap dia sebagai adikku)

“sesampainya dirumah Aarick”

 

 

Aarick         : sebentar lagi kita sampai hana .

          Apa itu rumah bangunan yang terlihat sangat besar bahkan dari kejauhan ssudah terlihat, butuh waktu lama untuk sampai kehalamannya akan tetapi tidak terasa karena peliharaan-peliharaan Aarick mengerumuni Aarick yang merupakan tuannya yang sudah lama pulang

Aarick         : mereka sudah kurawat sejak kecil, beberapa diantara mereka aku adopsi dari jalanan karena sakit

---

“terlihat ramai sekali orang-orang yang seram berkumpul”

Gallard         : yo Aarick, apa kabarmu sepertinya tinggi kita sudah sama ya

Aarick         : baik,bagaimana kabarmu gallard, ternyata engkau datang ya

Gallard         : ketika aku tau itu engkau yang mengundang, para penjaga ketakutan karena kami langsung datang malamnya, dan mereka bilang hari ini acaranya

Aarick         : kenapa engkau sangat bersemangat sekali, oh iya hana kenalkan mereka teman-tamanku waktu kecil aku sring bermain bola bersama mereka dan kenalkan (sangat bangga)

Aarick         : dia pacarku –

Hana            : yuka ergastalum (menulis dibuku)

“mengabaikan Aarick”

“hei dia seperti boneka, kenapa engkau bisa suka dengan orang sepertinya, ya dia bau, tapi bukannya penjaganya bilang Aarick sudah dijodohkan ?”

Gallard         : jaga bicaramu antonio, hajar dia

“baik”

“a-a-ampun maaf yuka”

Hana  : hentikan aku tidak apa-apa (menggunakan bahasa isyarat)

Gallard         : dia bilang apa Aarick ?

Aarick         : dia bilang tidak apa-apa dan hentikan memukul antonio

Aarick         : aku akan berbicara dengan ibu dan ayah tentang hal ini?

Aarick         : ayo masuk kalian semua

“tidak hanya gallard yang masuk lagipula baju kami tidak sesuai dengan acara seperti itu”

Aarick         : keluarga kami tidak pernah memandang seseorang dari penampilan ayo masuk

“kami akan masuk tapi biarkan kami berjaga disekitar agar tidak ada yang mengganggu acara ayah dan ibumu, itu tujuan kami sebenarnya datang kesini hari ini itu perintah gallard juga”

Aarick         : gallard kau tidak harus begitu

Gallard         : tidak apa-apa ayo masuk Aarick, aku akan membawakan kalian makanan yang banyak nanti

“oke bos”

          “didalam rumah Aarick”

          Ini tidak seperti rumah ini seperti istana dinegeri dongeng yang aku baca diperpustakaan semuanya terlihat mahal dan banyak seali orang didalamnya, ada sesuatu yang menarik perhatian ku didalam

Hana  : (menatap) “apakah itu kak rino dan kak celi?!

Kak rino       : maaf hana  sebenarnya Aarick sudah datang ke rumah kemarin dan memberitahukan tentang undangan ini dia sudah menunggu mu pulang tapi tiba-tiba dia harus pergi ketika dia mendapatkan panggilan.

ibu Aarick (debbie ermenilda) ayah Aarick (aleric baron alminda)

“apakah itu hana, pah hana datang juga pah”

“maaf kami jarang kerumah kalian, bagaimana kabarmu anakku”

 

Hana  : kabar baik ibu dan ayah, selamat atas ulang tahun pernikahan kalian

Ibu    : Aarick ajak hana makan .

Aarick         : ayah, ibu ada yang ingin aku bicarakan, gallard ajak hana ketempat kakak dan adiknya berada

Gallard         : u-uh oke tentu saja

          “tiba-tiba aku tidak bisa melihat senyum Aarick pandangannya sangat serius semoga tidak terjadi apa-apa”

????             : heii kau terlihat sangat menjijikkan kenapa engkau makan seperti itu, aku jadi tidak mau lagi makan-makananku

Kak rino       : haahh? Aku ?

Kak rino       : (aku tidak perduli sambil melanjutkan makan)

????             : heii kau berani sekali kau mengabaikanku, kau tidak tau sedang  berbicara dengan siapa ?!!

Kak rino       : diam kau gendut !

????             : gendut ??!!

Kak rino       : lagipula kenapa kau hanya memarahiku, lihat dia(menunjuk gallard) dia lebih seperti gelandangan yang kelaparan, apa masalahmu hah dasar gendut!

“disini penulis tidak bermaksud menyinggung ataupun menghina bentuk fisik sesorang”

????             : dia memanggilku gendut 2 kali, apa aku benar-benar gendut sekarang ?!!

Aarick         : ohh kalian sudah akrab rupanya, kenalkan orang yang berisik ini adalah anak teman ayahku sekaligus bos dari perusahan yang menerima barang dari perusahaan kami untuk dijual keluar negeri

Aarick         : bisa engkau mengenalkan dirimu sendiri?

????             : dasar bocah, namaku adalah Geraldyna baryn, panggil aku kak dyna

Kak dyna      : dan bilang kepada ibu dan ayahmu aku tidak mau dijodohkan dengan bocah cengeng sepertimu, mengerti

Aarick         : apa katamu nenek tua, aku juga tidak suka dengan orang tua sepertimu dan juga aku sudah punya pacar benar kan hana, ini hana pacarku

Aarick         : hana ???

Kak rino       : ohh celi baru saja di bawa ke kamar katanya kepalanya pusing

Hana            : (memberikan isyarat ke Aarick) aku tidak apa-apa nikmati waktumu

          Karena perjalanan panjang aku sedikit kelelahan dan terlalu banyak orang-orang yang baru kukenal membuatku lelah untuk mengingat  mereka semua satu persatu, satu hal yang kuketahui dan menenangkanku kak dyna dan Aarick tidak menyukai satu sama lain, untuk saat ini aku akan percaya dengan itu semua.

Bersambung

 

Terimakasih sudah membaca sampai habis chapter 4 , tetap ikuti kelanjutan cerita selanjutnya semoga bisa menghibur , dukungan kalian sangat berarti bagi penulis

 :3

 


Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter