The mute’s happiness


Pada chapter ini pengenalan karakter akan diperjelas terimakasih atas kritik dan saran yang memberi semangat dan dukungannya.

Chapter 2

Gejala

Seiring berjalannya waktu kami tumbuh besar dan mulai masuk SMA aku senang sekali karena akhirnya dia bisa masuk ke sekolah normal satu sekolah dengan ku karena bisa mendapatkan nilai yang terbaik dikelasnya dan bisa menggunakan bahasa isyarat yang mudah dipahami. Aku terlahir dari keluarga kaya raya, dari kecil aku hidup serba berkecukupan semua yang kuinginkan pasti bisa terpenuhi. Suatu hari aku pergi bermain dengan teman-temanku .

“Aarick .. mau ikut bermain bola dilapangan ? emm . . ya aku ikut !

          Sesampainya disana lapangan sepi dan kami mulai bermain, belum lama kami bermain datang rombongan anak-anak lain yang mau bermain juga dilapangan tersebut.

          “Heii !! waktu kalian sudah habis sekarang giliran kami yang bermain disini

          Aarick : kenapa habis kami tidak pernah bayar bermain disini dan juga masih banyak lapangan kosong tempat kalian untuk bermain disana

          Salah satu anak yang paling besar menghampiriku, dan berkata

          ????? : kenapa katamu disini daerah kekuasaan kami kalau tidak kami akan menghajar kalian

          “salah satu temanku berbicara ayo Aarick kita bermain ditempat lain, kita hanya mau bermain bukan mau mencari masalah” akhirnya kami tidak jadi bermain dan pulang ...

          Keesokan harinya kami datang lagi dan lapangan benar-benar sepi, akan tetapi ketika kami bermain mereka muncul dan seolah-olah datang hanya untuk mengusir kami

          ????? : kenapa kalian masih berani datang kesini ?!!

          Aarick : kami hanya datang untuk bermain kami juga tidak apa-apa walaupun bermain diluar lapangan silahkan kalian pakai lapangannya

          ????? : kamu itu siapa haah .. berani sekali mengatur kami ?!! pegang dia

          sembari menghindar aku melepaskan tangan ku dari pegangan mereka, karena berbekal ilmu seni beladiri yang sudah diajarkan sejak aku masih umur 6 tahun aku menantang salah satu dari mereka yang bertubuh paling besar, ketika dia berdiri tinggi tubuhku tidak terlalu jauh hanya sebatas pundaknya. Seperti yang dilakukan anak-anak ketika berkelahi dia memukul secara acak dan brutal, kunci untuk menang dalam pertarungan satu lawan satu adalah menunggu musuh kelelahan dan jangan lepaskan matamu dari pandangan, satu pukulan telak mengenai perutnya cukup untuk membuatnya terhenti akan tetapi teman-temannya yang lain langsung mengerubungi ku dan memukulku dari belakang dari depan dan dari samping, teman-temanku hanya melihat dan terlalu takut untuk menolongsetelah tubuhku terasa sakit dan tidak bisa bergerak lagi mereka pergi meninggalkanku.

          Aa..rick.. ? ? salah satu temanku berkata

          Aarick : ini salahku harusnya kita pulang  saja .dengan muka tesenyum sambil menahan rasa sakit

          Setiap hari aku datang sendirian “ajak aku bermain dengan kalian jika tidak aku akan menghajar kalian” aku selalu babak belur ketika pulang. Selama seminggu aku terus melakukan hal itu keeseokan harinya aku sakit, sore harinya aku datang ketempat mereka bermain dan hanya duduk melihat mereka, aku benar-benar tidak menyangka bahwa mereka mengerumuni orang sakit sepertiku, tiba-tiba anak yang paling besar memberikan bola, aku sangat terkejut aku kira akan dikeroyok lagi.

          ????? : kemana teman-temanmu kenapa engkau selalu datang sendirian semenjak kami memukulmu

          Aaerick : “sambil menggelngkan kepala” aku hanya berharap mereka membantuku jika mereka memang temanku. Aku ingin mereka bisa berteman dengan kalian juga

          ????? : kami tidak membutuhkan orang-orang seperti mereka. Mulai sekarang kami adalah teman mu, ajak mereka sesekali biar kami bisa menghajarnya hahahah

          Aarick : dasar penakut yag beraninya keroyokan

          ????? : apa katamu ?!!

          Aarick : hahahahaah

          ????? : “Tertawa bersama-sama” hahahahaha

          Aku mempunyai hati yang lembut akan tetapi mempunyai harga diri yang tinggi dimana setiap orang mempunyai hak untuk dihargai dan tidak akan dihormati jika dia tidak menghormati orang lain. -Aarick Aeron Alminda- yang berarti “pelindung yang mempunyai kekuatan.

          Sejak aku mulai satu sekolah bersamanya aku merasa sedikit canggung dia tumbuh dengan baik dan menjadi sangat cantik, disekolah aku tidak bisa berbicara seperti biasanya karena dia selalu dikelilingi oleh teman-temannya. Saat pulang dari sekolah ..

          ?????? : (menggunakan bahasa isyarat) kenapa??? Ada yang mengganggumu ??

          Aarick : tidak apa-apa

          Aarick : hari ini boleh aku bermain kerumahmu ibu membuatkan kue untuk adikmu

          ????? : (menggunakan bahasa isyrat) membentuk lingkaran o menggunakan 2 tangan (“oke”)

          Sesampainya dirumah

          Kakak : siapa yang datang, ternyata kau Aarick, mengantar hana lagi hari ini ?? segera pulang kami tidak menyediakan makanan karena makanan kami sedikit

          Aarick : dasar pak tua aku kesini membawakan makanan untuk celi

          Kakak : apakah engkau tidak bisa memanggil namaku dengan benar hah?! (sambil melakukan gerakan kunci seperti di ufc di tv)

          Aarick : pass pass aku memukul lantai dan menyerah.

          Tanpa aku sadari aku memang belum benar mengenal mereka aku tidak tahu nama asli kakak dan aku jarang memanggil namanya karena dia tidak mendengar dan adiknya hanya nama panggilannya saja yang aku ketahui

          Aarick : kk apakah aku boleh mengetahui masing-masing nama lengkap kalian ?

          Kakak : kenapa tiba-tiba? Silahkan lihat di kartu keluarga kami, celi tolong berikan ke kk

          Aarick : nicholas ergastalum, apa ini benar namamu paktua sangat tidak cocok sekali denganmu ?

          Rino   : apa kau bilang ? sebenarnya aku setuju denganmu nama itu adalah pemberian dari ayah dan ibuku, aku lebih senang dipanggil rino

          Rino   : kalau begitu aku pergi berkerja dulu

          “hati-hati kk”

          Aarick : Yuka Ergastalum, (aku menulis dikertas). Apakah itu nama aslimu ?

          Dia terlihat bingung kepalanya tengleng kearah kanan dan mendekatiku dia  sangat dekat membaca tulisan yang aku buat kemudian dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dia benar-benar cantik apalagi sedekat ini wajahku memerah kemudian celi berkata

          Celi  : kakak lebih suka dipanggil hana karena itu nama  pemberian dari ibu

          Aarick : aahh benar juga (aku bergerak sedikit menjauh), kalau begitu aku mau  pulang dulu sampai ketemu besok disekolah(menggunakan bahasa isyarat)

          Hana : (menggunakan bahasa isyarat) oke sampai jumpa besok

Masih banyak hal  yang belum aku ketahui tentang mereka jika aku berada diposisi mereka akankah aku bisa melanjutkan hidup dan bisa tersenyum seperti itu. Diperjalanan pulang sewaktu menunggu mobil jemputan datang aku sudah mulai merasakan itu akhir-akhir ini kepalaku sering sakit dan terkadang aku kehilangan penglihatan selama berapa detik akan tetapi setelah berapa lama sakit itu hilang dan penglihatan ku kembali normal, hanya aku dan supir ku yang mengetahui kejadian ini, aku yakin aku bisa bertahan.


Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter